FSBK UAD Gelar Diseminasi Hasil Penelitian Dosen

Diseminasi Hasil Penelitian oleh Dr. Tristanti Apriyani, S.S., M.Hum.
Yogyakarta, Kamis, 22 Januari 2026 — Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan kegiatan diseminasi hasil penelitian yang dilakukan oleh para dosen. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pemeranan lantai 8 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan.
Diseminasi hasil penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin. Pada pelaksanaan kali ini, penyampaian materi disampaikan oleh Dr. Tristanti Apriyani, S.S., M.Hum., dosen Program Studi Sastra Indonesia. Tema yang diusung sebagai pembuka kegiatan diseminasi adalah “Membaca Sastra sebagai Praktik Historis: Penerapan Pendekatan New Historicism dalam Kajian Sastra”.
Kegiatan berlangsung secara aktif dengan dihadiri oleh para dosen FSBK UAD serta beberapa mahasiswa. Dalam pemaparannya, Dr. Tristanti Apriyani, S.S., M.Hum. menjelaskan bahwa pendekatan New Historicism berangkat dari asumsi fundamental bahwa teks sastra tidak dapat dipahami secara memadai apabila dipisahkan dari konteks budaya, kekuasaan, wacana, dan politik. Sastra tidak hanya dipandang sebagai refleksi pasif dari realitas sosial, melainkan sebagai produk budaya yang secara aktif terlibat dalam proses produksi, legitimasi, hingga resistensi terhadap struktur kekuasaan. Oleh karena itu, pembacaan sastra sebagai pelaku sejarah mengacu pada upaya menelusuri bagaimana karya sastra berfungsi sebagai jejak sejarah.
Dalam penelitiannya, Dr. Tristanti Apriyani menggunakan novel-novel karya Leila S. Chudori, yaitu Pulang, Namaku Alam, dan Laut Bercerita, sebagai subjek kajian. Pemilihan ketiga novel tersebut didasarkan pada kesamaan latar belakang sejarah Indonesia yang diangkat, yakni periode Orde Lama hingga Orde Baru pada rentang tahun 1965–1998.
Informasi sejarah yang disajikan dalam novel-novel tersebut diperoleh penulis melalui proses riset, termasuk wawancara dengan para penyintas serta keluarga korban peristiwa sejarah terkait. Melalui karya-karyanya, Leila S. Chudori merepresentasikan berbagai peristiwa yang menunjukkan pelanggaran hak asasi manusia, seperti pelarangan buku, pengawasan film, serta pembentukan kelompok diskusi mahasiswa sebagai bentuk perlawanan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya representasi sejarah dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat dalam karya-karya Leila S. Chudori. Melalui narasi sastra, pengalaman individu dan kolektif dihadirkan sebagai bagian dari ingatan sejarah bangsa, sekaligus menjadi ruang refleksi kritis terhadap identitas, solidaritas, dan perjuangan kemanusiaan.
Sebagai penutup, Dekan FSBK UAD, Bapak Wajiran, menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi hasil penelitian ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer akademik yang hidup, tidak hanya bagi para dosen, tetapi juga bagi mahasiswa. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengekspresikan serta mendiseminasikan berbagai penelitian yang telah dilakukan, sekaligus mendorong budaya akademik yang kolaboratif dan berkelanjutan di lingkungan FSBK UAD. (Rahmawati Sartika)

