FSBK UAD Gelar Pengajian Ramadhan dengan Tema Hidup Sehat dan Tentram Menurut Ajaran Islam
Yogyakarta, 3 Maret 2026 — Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan menggelar pengajian rutin yang dirangkaikan dengan acara buka bersama keluarga besar FSBK di Ruang Pemeranan, Lantai 8, Kampus IV. Kegiatan kali ini berlangsung istimewa karena bertepatan di bulan Ramadan. Acara dibuka oleh Dekan FSBK, Prof. Wajiran, M.A., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri pengajian rutin fakultas.
Dalam pengajian bertema “Hidup Sehat dan Tentram Menurut Ajaran Islam”, Prof. Dr. H. Waharjani, M.Ag. selaku penceramah pada kesempatan ini memaparkan tiga persoalan utama dalam kehidupan manusia, yakni sakit, kekurangan rezeki, dan ketidakharmonisan dalam keluarga.
Terkait kesehatan, ia menyampaikan beberapa kiat, seperti membiasakan doa pagi dan menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan halal dan baik sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168. Ia juga memperkenalkan konsep “CERDIK”, yakni Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rutin berolahraga, Diet melalui puasa sunnah, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
Selain itu, Waharjani menekankan pentingnya ibadah, khususnya salat tahajud, yang menurut sejumlah penelitian seperti yang dilakukan oleh Prof. Dr. Muhammad Sholeh, mengatakan bahwa melakukan salat malam atau tahajud dapat memberikan manfaat yang positif seperti tercukupinya hemogoblin, dan terpenuhinya tekanan darah serta trombosit pada tubuh. Hikmah dari sholat tahajud lainnya adalah qaulan tsaqilan atau integritas tinggi, serta dianggapnya menjadi sahabat nabi Muhammad SAW.
Dalam pembahasan mengenai rezeki, ia menjelaskan bahwa kekurangan rezeki dapat berdampak pada melemahnya iman dan kesulitan menjalankan ajaran agama. Sebaliknya, kecukupan rezeki dinilai dapat memperkuat keimanan serta mendorong seseorang untuk membantu sesama.
Untuk meraih rezeki yang berkah, ia menganjurkan memperbanyak istighfar, meningkatkan ketakwaan, menjaga silaturahmi, bersedekah, serta bekerja dengan niat ibadah. Sebagai penutup, ia mengingatkan pentingnya salat dan ikhtiar dalam meningkatkan pendapatan keluarga, seperti melalui usaha peternakan, pertanian, dan perkebunan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjut dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. (Rahmawati Sartika)


