Pengajian Bulanan FSBK UAD – “Menata Niat dan Amal: Menyonsong Tahun Baru Menuju Ramadhan yang Bermakna”

Pemaparan Materi Pengajian oleh ustadz Rofi’ul Wahyudi, S.E.I., M.E.I.,
Yogyakarta, Jumat, 23 Januari 2026 — Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Bulanan yang dirangkaikan dengan walimatus-safar atau pelepasan umroh bagi keluarga besar FSBK. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pemeranan Lantai 8 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan.
Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi, Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Wajiran menyampaikan bahwa pengajian bulanan kali ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan spiritual sivitas akademika FSBK, tetapi juga menjadi momen kebersamaan untuk mendoakan keluarga FSBK yang akan menunaikan ibadah umroh. Ia berharap rangkaian acara ini dapat memberikan keberkahan serta mempererat tali silaturahmi di lingkungan fakultas.
Pengajian kemudian disampaikan oleh ustadz Rofi’ul Wahyudi, S.E.I., M.E.I., dosen Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan. Tema yang diangkat dalam pengajian kali ini adalah “Menata Niat dan Amal: Menyonsong Tahun Baru Menuju Ramadhan yang Bermakna”. Dalam pemaparannya, Rofi’ul Wahyudi menjelaskan bahwa dalam Islam, seseorang diperbolehkan menerima rezeki atau tunjangan yang diberikan kepadanya meskipun tidak memintanya, selama diperoleh dengan cara yang halal dan tidak melanggar ketentuan syariat.
Disampaikan pula tentang konsistensi dan keikhlasan dalam beribadah. Karena dalam praktiknya Islam memberi kelonggaran dan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah dalam kondisi-kondisi tertentu. Pengajian ini juga menyinggung pentingnya untuk mengajarkan ilmu agama, mengaji Al-Qur’an, ceramah dan azan untuk anak-anak guna dapat melanjutkan tongkat estafet penyebaran kebaikan. Selain itu, disampaikan pula bahwa kewajiban zakat ditujukan bagi umat Muslim yang telah mampu dan memenuhi syarat yang berlaku, sehingga pelaksanaannya dilakukan secara sadar dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Penekanan inti pengajian adalah pentingnya menjalankan ibadah sesuai dengan kemampuan. Beribadah tidak harus dipaksakan hingga melampaui batas kemampuan fisik, melainkan dilakukan secara konsisten dan penuh keikhlasan, meskipun dalam bentuk yang sederhana.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama dan doa untuk keluarga FSBK yang akan berangkat menunaikan ibadah umroh agar diberikan kelancaran, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. (Rahmwati Sartika)


