FSBK UAD Jadi Delegasi Indonesia di China-ASEAN Education Cooperation Week 2026
Tiongkok, 3 Agustus 2026 Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi UAD menjadi salah satu delegasi Indonesia di Forum ASEAN Education Cooperation Week 2026. Acara ini merupakan forum pertukaran pendidikan bilateral dan platform kerja sama internasional dalam bidang pendidikan. Pada kesempatan ini FSBK UAD diwakili oleh Dani Fadillah, S.I.Kom.,M.A.,Ph.D. wakil dekan akademik, kemahasiswaan dan Al-Islam Kemuhammadiyahan.
Forum China-ASEAN Education Cooperation Week 2026 kali ini meluncurkan berbagai inisiatif strategis untuk mendorong pendidikan dan pemerataan digitalisasi. Salah satu agenda utama dalam pembukaan forum ini adalah peluncuran China-ASEAN Smart Education Capacity Building Project. Dengan menempatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai penggerak utama pendidikan masa depan, program ini bertujuan memanfaatkan teknologi cerdas untuk meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di kawasan ASEAN dan Tiongkok.
Sejak didirikan pada tahun 2008, China-ASEAN Education Cooperation Week telah berkembang dari sebuah forum pertukaran pendidikan menjadi salah satu pilar penting diplomasi regional. Sebagai tuan rumah permanen penyelenggaraan CAECW, Provinsi Guizhou kembali menegaskan komitmennya untuk membangun komunitas Tiongkok–ASEAN yang semakin erat dengan masa depan bersama. Dalam visi tersebut, pendidikan dipandang sebagai fondasi utama bagi penguatan kerja sama ekonomi, sosial, dan pembangunan kawasan secara berkelanjutan.Hal ini menjadi peluang besar bagi FSBK dalam membuka jejaring Kerjasama internasional.
Keikutsertaan Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi UAD dalam forum internasional ini menjadi wujud komitmen fakultas untuk memperluas jejaring kerja sama global sekaligus memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. ” Melalui forum ini alhamdulillah FSBK memperoleh kesempatan untuk berdialog dengan akademisi dan institusi pendidikan dari berbagai negara, mempelajari praktik-praktik baik di bidang pendidikan tinggi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam penelitian, pertukaran akademik, dan pengembangan program internasional. Harapannya pengalaman ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penguatan internasionalisasi FSBK UAD serta meningkatkan kontribusi fakultas di tingkat global”, Ujar Dani Fadillah.


