A VIRTUAL EXPERIENCE: INDONESIAN CULTURAL PERFORMANCE PRESENTED BY THE WORLD OLEH ILMU KOMUNIKASI

Sabtu, 23 Januari 2021 Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta menggelar pertunjukan secara virtual melalui aplikasi video conference ZOOM sebagai output akhir dari matakuliah Komunikasi Internasional. Kegiatan yang diberi nama A Virtual Experience: Indonesian Cultural Performance Presented By the World ini akan berisi penampilan mahasiswa luar negeri mengenai budaya Indonesia yang sudah mereka pahami melalui culture exchange online selama 2 bulan.

Dalam kegiatan mahasiswa luar negeri yang berpartisipasi sebanyak 28 orang yang berasal dari 6 negara yakni Turki, Malaysia, Amerika, Ukraina, Thailand, dan Afrika. Mahasiswa yang berasal dari Malaysia, Ukraina dan Afrika menampilkan nyanyian lagu tradisional Indonesia. Mahasiswa yang berasal dari Amerika akan menampilkan nyanyian lagu Indonesia dan puisi. Mahasiswa yang berasal dari Thailand akan menampilkan tarian tradisional Indonesia. Dan mahasiswa yang berasal dari Turki akan menampilkan nyanyian lagu Indonesia, puisi dan memberikan opini seputar budaya Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh kepala program studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Bpk Najih Farihanto, M.A. Kegiatan ini juga diharapkan memberikan peluang kerjasama dan persahabatan mahasiswa antar negara yang sejalan dengan misi program studi Ilmu Komunikasi yaitu menjalin kerjasama nasional dan internasional dalam bidang Ilmu Komunikasi, sebagai bentuk perwujudan masyarakat yang berwawasan global. Selain itu, menurut dosen pengampu mata kuliah komunikasi Internasional, Nunik Hariyanti, M.A. mengatakan acara ini melatih kemampuan mahasiswa untuk melakukan praktik-praktik komunikasi internasional, diantaranya terdapat pertukaran dan pemahaman budaya serta membuka peluang bagi mahasiswa untuk bereksplorasi di luar perkuliahan dalam kelas. 

Melalui kegiatan ini awalnya mahasiswa ilmu komunikasi diminta untuk berkomunikasi dan menjalin relasi dengan mahasiwa luar negeri dengan menerapkan teori komunikasi internasional, hingga akhirnya saling mempelajari budaya masing-masing. Sebagai apresiasi untuk peserta yang bergabung dan berhasil menjawab pertanyaan dalam virtual perform maka diberikan reward berupa e-money, tidak hanya itu mahasiswa dengan penampilan terbaik juga akan diberikan penghargaan.

Salah satu mahasiswa luar negeri asal Turki yang berpartisipasi mengatakan bahwa virtual culture exchange ini sangat menarik dan menyenangkan, mengingat pandemi yang sedang terjadi dan mahasiswa luar negeri belum bisa mengunjungi Indonesia. Berbagi pengetahuan seputar budaya Turki dan mempelajari budaya Indonesia juga menjadi hiburan tersendiri yang bermanfaat baginya.

Mahasiswa Sastra Indonesia Juara III Lomba Cipta Puisi Piala Mendikbud

Achmad Sudiyono Efendi, mahasiswa Sastra Indonesia semester tujuh, puisinya berjudul Fragmen-Fragmen Kepulangan berhasil menjuarai Lomba Cipta Puisi Piala Mendikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) 2020. 

 

Achmad mengatakan, Perlombaan Cipta Puisi diselenggarakan oleh Kemendikbud dan bekerja sama dengan kuasakata.com. Perlombaan tersebut mengangkat tema Toleransi di Masa Pandemi yang ditutup pada (18/12) melalui daring. 

 

Pemenang Lomba Cipta Puisi Mendikbud ditentukan oleh tiga dewan juri, yakni Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Dr. Hilmar Farid, seniman Rieke Dyah Pitaloka, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang bermitra dengan Kemendikbud. Pengumuman pemenang lomba dilaksanakan pada (31/12).

 

Achmad, menuturkan proses kreatifnya tidak lepas dari dua penulis senior yang telah membimbingnya, yakni Indrian Koto dan Ilham Rabani. 

 

“Selama proses pembuatan puisi aku dibimbing sama dua penyair ternama  yang karyanya juga sudah banyak disiarkan dalam media cetak dan digital berskala nasional bahkan internasional, ” tutur Achmad saat diwawancarai melalui pesan Whatsapp. (7/12) 

 

Selain dibimbing oleh penulis yang lebih senior dari Achmad, ia mengatakan peran komunitas begitu penting bagi kemenangannya kali ini. 

 

“Jejak Imaji sangat penting dalam proses aku menulis puisi. Kalau kuibaratkan, komunitas Jejak Imaji adalah ibu yang pelan-pelan mengajarkan aku merangkak, ngesot, sebelum berjalan sendiri dalam menulis puisi,” tambah Achmad menjelaskan komunitas yang ia ikuti. 

 

Meski demikian, dalam menciptakan puisi, Achmad tetap memiliki kendala. Ia mengatakan selama proses penciptaan puisi terhalang oleh cuaca yang tidak menentu, sedang ia harus berkonsultasi di kediaman Indrian Koto maupun Ilham Rabani. 

 

“Lebih-lebih lagi aku sangat ringkih sama angin, kehujanan dikit langsung meriang, bisa dibilang kurang kasih sayang juga wkwk, ” tutur Achmad.

Sebelumnya, Achmad sudah sering memperoleh penghargaan, baik dari tingkat universitas hingga nasional. Salah satu kejuaran nasionalnya adalah Lomba Cipta Puisi yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) tahun 2019. Puisinya saat itu memperoleh juara II. 

The post Mahasiswa Sastra Indonesia Juara III Lomba Cipta Puisi Piala Mendikbud appeared first on Program Studi Sastra Indonesia.

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi

Muhammad Sholehin mahasiswa Ilmu Komunikasi yang menjadi juara ketiga mengatakan bahwa proses seleksi mahasiswa berprestasi Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi yaitu interview bahasa inggris dan presentasi karya ilmiah yang sudah dibuat. Dan kualifikasi kategori mahasiswa beprestasi yaitu, pertama track record selama menjadi mahasiswa, mulai dari organisasi, kepanitiaan, dan prestasi. Kedua IPK diatas 3,5 dan yang ketiga berkelakuan baik selama menjadi mahasiswa. Ia juga berpesan untuk mahasiswa semester 3 yang sudah mencoba mengikuti PILMAPRES untuk tidak menyerah mencoba lagi ditahun depan. Semangat dan Stay Healthy

Mahasiswa Sastra Indonesia Ikuti Permata Sakti

Dua mahasiswa Sastra Indonesia mengikuti pelepasan Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara- Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata Sakti). Pelepasan dilaksanakan secara daring, bersama 35 mahasiswa dari pogram studi (prodi) lain di UAD pada (01/10).

 

Mengutip dari laman dikti.kemdikbud.go.id Permata sakti merupakan pertukaran mahasiswa melalui kerjasama antara perguruan tinggi se-Indonesia.Tujuan program tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi lain melalui transfer/alih kredit dan perolehan kredit.

 

Prodi Sastra Indonesia mewakilkan dua mahasiswa semester lima, yakni Aisyah Karima dan Rama Imam. Kedua mahasiswa tersebut kini mengambil mata kuliah di tiga kampus swasta yang berbeda.

 

Sementara itu, Tristanti Apriyani, S.S.,M.Hum, dosen Sastra Indonesia mengungkapkan, ada 20 mahasiwa luar perguruan tinggi yang mengambil mata kuliah kajian gender di Sastra Indonesia. Mahasiswa-mahasiswa luar perguruan tiggi ikut mengikuti perkuliahan secara daring.

 

“Mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa yang berasal dari Universitas Al Muslimin Aceh, Universiras Lampung, Universitas Muhammadiyah palangkaraya, Universitas Trisakti, Universitas Langlangbuana, IKIP Siliwangi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang,” imbuhnya saat diwawancara melalui pesan.

 

Aisyah, salah satu mahasiswi yang mewakili prodi mengungkapkan kesan-pesannya dapat mengikuti program merdeka belajar. Ia mengungkapkan mendapat pengalaman lain di luar program studinya.

“Selain kuliah, kita juga dapet pengembangan softskill, mahasiswa dengan memiliki karakter Pancasila, agar siap bergaul secara kooperatif,” ungkap Aisyah.

 

Aisyah menambahkan, ia memperoleh pertukaran budaya dari kampus yang diikutinya. Selain itu, ia juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat.

 

Tidak hanya Aisyah, Rama salah satu mahasiswa Permata Sakti juga mengungkapkan harapannya terkait program Permata Sakti. Ia mengharapkan program ini akan terus berlanjut.

 

“Karena dengan adanya program ini kita bukan hanya mendapatkan ilmu dari kampus luar. Tetapi kita juga bisa bertukar budaya menambah relasi dan saudara,” imbuh Rama, saat diwawancarai via pesan. (FN)

The post Mahasiswa Sastra Indonesia Ikuti Permata Sakti appeared first on Program Studi Sastra Indonesia.

Penyambutan Mahasiswa Baru Sastra Indonesia

 

Program Studi Sastra Indonesia mengadakan webinar Pengenalan Program Studi Sastra Indonesia pada rangkaiaan acara P2K (Program Pengenalan Kampus) Kamis 17/9. Acara tersebut diselenggarakan untuk mengenalkan lingkungan kampus sebagai lingkungan akademis bagi mahasiswa baru 2020/2021.

Kegiatan Pengenalan Program Studi Sastra Indonesia ini dibuka oleh Tristanti Apriyani, S.S.,M.Hum selaku moderator sekaligus dosen Sastra Indonesia. Kemudian, acara dibawakan oleh Intan Rawit Sapanti, S.Pd.M.A selaku pemateri sekaligus Kepala Program Studi Sastra Indonesia.  Peserta yang hadir ialah mahasiswa baru dan mahasiswa lama Sastra Indonesia yang belum mengikuti kegiatan P2K.

Dalam wawancara daring, Tristanti Apriyani, menyampaikan, pada webinar tersebut tidak hanya diikuti mahasiswa regular, namun juga diikuti oleh mahasiswa asing. Para dosen, dan beberapa alumni Sastra Indonesia juga ikut hadir untuk meramaikan webinar.

Webinar Pengenalan Program Studi Sastra Indonesia dilaksankan secara daring melalui aplikasi zoom dengan durasi acara selama 90 menit. Acara diawali dengan pengenalan visi & misi Sastra Indonesia, dilanjutkan dengan program-program akademis di prodi sastra Indonesia. Setelah itu perkenalan satu persatu dosen sastra Indonesia. Kemudian, perkenalan mahasiswa baru. Sebelum penutupan, terdapat sesi tanya jawab.

Meskipun dilaksanakan melalui media daring, Pengenalan Program Studi Sastra Indonesia berlangsung lancar. Terbukti dari tingginya animo mahasiswa untuk bertanya lebih jauh lagi mengenai program-program serta mekanisme akademik di prodi Sastra Indonesia.

Diharapkan, melalui acara ini, mahasiswa baru dapat lebih memanfaatkan semua program dan sarana akademik yang tersedia di kampus UAD khususnya di prodi sastra Indonesia. Mahasiswa baru juga diharapkan dapat belajar mandiri dengan memahami semua aturan dan norma yang berlaku di lingkungan kampus khususnya yang terkait dengan kode etik dan tata tertib mahasiswa.

“Yang terpenting adalah dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya sebagaimana yang tertuang di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,” imbuh Tristanti Apriyani.

(FN)

 

The post Penyambutan Mahasiswa Baru Sastra Indonesia appeared first on Program Studi Sastra Indonesia.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memenangkan Kategori Film Terbaik dalam Kompetisi Perum Produksi Film Negara

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan Film Pendek Perum Produksi Film Negara berhasil memenangkan 2 kategori yaitu Film Terbaik dan Sinematografi Terbaik. Film yang berjudul “Merawat Ingatan” ini  menyampaikan pesan mengenai bahwa memasang bendera di depan rumah bukan hanya sebuah simbol semata karena sebagai mantan istri veteran, nenek memiliki makna yang tersirat di ingatannya.

Film yang digarap oleh 25 orang ini berhasil menaklukan tantangan berkarya di tengah pandemi. Ivan selaku produser mengaku proses pembuatan film berlansung selama 2 minggu dan ia berharap akan terus dapat menghasilkan karya lagi kedepannya.

Berkarya di Tengah Pandemi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memenangkan Kategori Film Terbaik dalam Kompetisi Perum Produksi Film Negara

Perum Produksi Film Negara menyelenggarakan Lomba Film Pendek untuk memperingati 75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan ini memenangkan 2 kategori yaitu Film Terbaik dan Sinematografi Terbaik. Film yang berjudul “Merawat ingatan” ini bermula dari pengalaman bertemu seorang nenek di Semarang yang ternyata merupakan mantan istri seorang veteran.

Pembuatan film yang memakan waktu 2 minggu ini berhasil menaklukan tantangan berkarya ditengah pandemi.  Berbagai protokol kesehatan diterapkan tim yang berjumlah 25 orang ini demi kesuksesan proses syuting. Ivan selaku produser film mengaku akan terus menghasilkan karya dan prestasi yang lebih baik lagi kedepannya.

The post Berkarya di Tengah Pandemi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memenangkan Kategori Film Terbaik dalam Kompetisi Perum Produksi Film Negara appeared first on Program Studi Ilmu Komunikasi.

Mahasiswa Sastra Indonesia Juara Lomba Seni Sastra Nasional

Risen Dhawuh Abdullah, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia (Sasindo) Semester 7, melalui puisinya berjudul “Malioboro Saat Pandemi” meraih juara harapan 3 dalam Lomba Seni Sastra Nasional Universitas Brawijaya 2020. Lomba seni sastra secara online tingkat nasional dengan tema “Wabah dan Solidaritas Kemanusiaan” itu meliputi: baca puisi, menulis puisi, menulis cerpen, dan menulis naskah lakon. Setelah pendaftaran dan pengumpulan karya pada 11 Mei 2020 sampai 31 Juli 2020, penilaian karya pada 3-28 Agustus 2020 dan pengumuman pemenang pada 7 September 2020.

Melalui tema yang diusung kekinian yaitu, “Wabah dan Solidaritas Kemanusiaan”, sehingga ia merespon apa yang sedang terjadi sekarang. Selain itu lomba ini tidak berbayar, sehingga memacu semangat untuk memeriahkannya. Ia mencoba merespon keadaan masyarakat kita yang cenderung susah diatur (menggunakan masker, dan protokol kesehatan lainnya), sedangkan para dokter mati-matian berjuang di garda terdepan menangani pasien yang terinfeksi korona. Puisi ini berlatar “Malioboro” tentu saja, karena Malioboro tempat yang ramai. Lewat puisi ia juga ingin menyampaikan kepada pembaca, bagaimana keadaan Malioboro saat pandemi sekarang.

Harapan ke depannya, ia hanya ingin menulis puisi dengan lebih baik lagi, dan juga berharap orang-orang mendapat pelajaran dari puisinya. Ia tidak tahu pasti siapa yang menjadi sosok inspirasi, tetapi ia selalu mencoba belajar dari karya-karya yang telah ada.

Berikut Penggalan Puisi Karyanya

Malioboro Saat Pandemi :

Aku

/1/

sepi menggantikan keanggunan yang terselip

pada namamu

segala yang diagungkan pelancong menghilang

 senang memijakmu, terasa asing

begitulah saat penjuru kutebari pandang

dengan perlahan

Menghadirkan sepi adalah pahlawan untuk saat ini

KUNJUNGAN MAHASISWA MALAYSIA KE SENTRA PEMBUATAN BATIK DI KOTA GEDE

KUNJUNGAN MAHASISWA MALAYSIA KE SENTRA PEMBUATAN BATIK DI KOTA GEDE

Oleh : YUDA WIBOWO 1400026061

Setiap semester, program studi Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan menerima sejumlah mahasiswa yang berasal dari mancanegara dalam rangka pelaksanaan program pertukaran mahasiswa yang dilaksanakan dalam beberapa program tertentu. Pada semester genap tahun ajaran 2018/2019, Sastra Inggris UAD menerima 3 orang mahasiswa yang berasal dari Universiti Teknologi Mara, Malaysia untuk belajar segala macam aspek baik akademis maupun non akademis selama 1 semester dalam program pertukaran mahasiswa yang berjudul “AIMS” (ASEAN INTERNATIONAL MOBILITY FOR STUDENT).

Selama satu semester juga, Sastra Inggris UAD berusaha menghadirkan aktifitas menunjang pembelajaran akademis dari Mahasiswa Asing tersebut. Mulai dari pentas drama, pengabdian masyarakat, maupun aktifitas yang bersifat selingan seperti workshop pembuatan batik sebagai cinderamata khas Indonesia yang diakui Dunia. Semester ini workshop pembuatan batik dilakukan pada tanggal 9 Juli 2019 selama satu hari penuh yang bertempat di Bengkel Batik Retno, Kotagede Yogyakarta.

Disana, mahasiswa asing diajak untuk melihat langsung bagaimana proses pembuatan batik tulis Indonesia yang sudah mendunia. Selain melihat mahasiswa juga berkesempatan untuk mencoba membuat batik secara langsung. Menurut ibu Retno selaku pemilik Bengkel Batik “Kami mencoba mendorong mahasiswa untuk menumpahkan ide-ide yang ada di kepala mereka pada selembar kain yang ada di depannya”.

Di sisi lain, menurut pengamatan penulis, mahasiswa pun Nampak sangat antusias dalam membuat karya yang terbaik. Dinie nur diana binti baharum atau yang biasa di sapa dinie mengatakan “Batik bukan hal baru bagi saya namun, ini merupakan pengalaman pertama saya dalam membuat kain batik” begitu timpal dari Gadis Malaysia tersebut. Sementara itu Nur Shahira binti Kamarudin atau akrab disapa Shira mengatakan bahwa “membuat batik adalah kegiatan yang sangat menantang”. Shira menimpali pernyataannya dengan celotehan bahwa “saya pernah gagal di kelas melukis” sedangkan di pembuatan batik ini dia dipaksa untuk mendesain batiknya sendiri sehingga dia mengalami sedikit kesulitan. Lain halnya dengan Nuyu yang juga merupakan mahasiswa Malaysia di prodi Sastra Inggris UAD. Nuyu menambahkan bahwa dia sudah belajar membuat batik dari kelas seni yang dia ikuti di Malaysia. Sehingga apa yang ada di depannya bukan merupakan hal baru lagi. Nuyu juga merupakan satu-satu nya peserta workshop yang dapat melewati proses desain tanpa hambatan berarti.

 

 

Gambar 1.1 dan Gambar 1.2 Proses desain batik yang dilakukan oleh Mahasiswa UiTM

 

Selain desain, tantangan selanjutnya untuk para peserta adalah proses pencantingan batik yaitu dengan proses pemberian lilin atau malam pada pola yang sudah digambarkan. Hampir setiap peserta mengalami hambatan. Hambatan yang mendominasi adalah tumpah atau menetesnya lilin atau malam diluar pola yang sudah di gambar. Namun para peserta cukup handal dalam melakukan improvisasi sehingga dampak dari kesalahan pada proses ini dapat di minimalisir dengan baik. Pada tahap pewarnaan tidak ditemukan hambatan yang berarti. Karena pada proses ini dikerjakan langsung oleh ibu Retno yang notabene sudah ahli dalam membuat batik. Proses pewarnaan dapat disebut sebagai proses finishing juga karena merupakan tahap terakhir dalam proses pembuatan batik dalam rangkaian workshop ini dikarenakan pada rangkaian workshop ini, teknik pewarnaan yang digunakan adalah teknik pewarnaan satu jenis warna yaitu dengan mencelupkan kain batik yang sudah dilapisi malam ke cairan pewarna yang sudah di siapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Proses pewarnaan batik yang diperagakan oleh Mahasiswa UiTM.

Selanjutnya proses pewarnaan dilanjutkan dengan mengangkat kain yang sudah dicelupkan pada cairan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan mengeringkan kain tersebut secara alami dengan dijemur.

Selain pembuatan batik tulis, Mahasiswa diharuskan untuk membuat batik cap juga. Proses pembuatan batik cap itu lebih mudah dibandingkan dengan batik tulis. Karena pola untuk pembuatan batik cap sudah tercetak pada stempel yang disiapkan oleh ibu Retno si pemilik show room. Ibu Retno sendiri juga berperan banyak di proses ini karena beliau juga yang merebus malam dan menyiapkan papan yang di dinginkan sebagai alas untuk membuat stempel batik. Namun secara umum proses pembuatan batik cap sama dengan batik tulis yang terdiri dari tahap desain yang dilanjutkan dengan pemalaman yang diakhiri dengan pewarnaan. Namun pada proses eksekusinya, proses desain dan pemalaman dapat digabungkan dengan menyusun pola yang sudah tercetak.

 

 

Gambar 3.1 dan 3.2 Proses pembuatan batik cap dengan metode meyusun stempel

 

Kata kunci: AIMS, Batik, Kegiatan.

 

The post KUNJUNGAN MAHASISWA MALAYSIA KE SENTRA PEMBUATAN BATIK DI KOTA GEDE appeared first on Program Studi Sastra Inggris.

Hubungi Kami

Kampus 4
Jalan Ahmad Yani, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Bantul Yogyakarta 55166
Telepon: (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Faximille: 0274-564604
Email: fsbk@uad.ac.id

Lokasi Kami

Temukan Kami

  • Instagram : @fsbk_uad
  • youtube : FSBK UAD Fakultas Satra, Budaya, dan Komunikasi
  • Tik Tok : @fsbk_uad

Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa

Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan

Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960

© 2023 Fakultas Sastra, Budaya dan Komunikasi | Universitas Ahmad Dahlan | Perguruan Tinggi Muhammadiyah